This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 07 Juli 2011

PENGUMUMAN PSB YANG TIDAK DI TERIMA DI SMA N 1 KALIANGET HALAMAN 1

PEMERINTAH KABUPATEN SUMENEP
DINAS PENDIDIKAN
UPT. SMA NEGERI 1 KALIANGET
JL. By Pass Kertasada Telp.(0328) 661920
SUMENEP


PENGUMUMAN
Nomor : 420 / / 435.101.170 / 2011

DAFTAR NAMA PESERTA DIDIK BARU YANG TIDAK DITERIMA
DI UPT. SMA NEGERI 1 KALIANGET
TAHUN PELAJARAN 2011/2012









No


Nomor


Nama Peserta


L/P


Asal Sekolah


Jumlah NUN


Jumlah NUN 50
%


Hasil Tes


Jumlah


1


2


3


4


5


6


7


8


9


1


04-075


ZULVI AINI


P


SMP N 2 Kalianget


35,00


17,50


42,00


59,50


2


13-297


MARISA


P


SMP N 1 Kalianget


31,00


15,50


44,00


59,50


3


05-100


APRILIYANTI


P


SMPN 5 Sumenep


34,80


17,40


42,00


59,40


4


10-226


MINKA DIAYUTRI


P


MTs Sayyid Yusuf Tlg


34,20


17,10


42,00


59,10


5


04-080


HAFILA DITA DJ


P


SMP N 1 Kalianget


29,90


14,95


44,00


58,95


6


09-212


NURUL VADILA


P


SMP N 1 Kalianget


29,90


14,95


44,00


58,95


7


11-256


DEVI YUNI GITASARI


P


SMP N 2 Kalianget


33,60


16,80


42,00


58,80


8


13-296


YULIS ANGRAINI


P


SMP N 1 Kalianget


29,30


14,65


44,00


58,65


9


05-099


SUHAIRIYA


P


SMPN 5 Sumenep


33,20


16,60


42,00


58,60


10


07-163


HERA INDAH R D


P


SMP N 2 Kalianget


33,20


16,60


42,00


58,60


11


05-103


RONI FRANDHIKA


L


SMPN 5 Sumenep


32,80


16,40


42,00


58,40


12


13-312


EKO HAIRULLAH


L


SMP N 1 Kalianget


28,80


14,40


44,00


58,40


13


04-089


ERFIN AGUSTIN


P


SMP N 1 Kalianget


28,70


14,35


44,00


58,35


14


04-078


IKA SYARIFATUL HIDAYAH


P


SMP N 2 Kalianget


32,60


16,30


42,00


58,30


15


03-055


ASTUTIYANI


P


SMP N 1 Talango


32,20


16,10


42,00


58,10


16


12-270


SRI AYU LASTIYANI


P


SMP N 1 Kalianget


28,20


14,10


44,00


58,10


17


05-104


INTAN LAKSANA P


P


SMP N 1 Kalianget


32,00


16,00


42,00


58,00


18


07-152


PINGKAN PAMULATSIH W


P


SMP N 1 Kalianget


31,60


15,80


42,00


57,80


19


14-334


ROMAYANTI


P


SMP N 5  Sumenep


31,10


15,55


42,00


57,55


20


17-396


STIVAN ZIKO BAYU


L


SMP N 3 Sumenep


30,80


15,40


42,00


57,40




Selasa, 31 Mei 2011

Suggestibility Test(4)-Hand Locking




Hand Locking merupakan praktek kelima yang bertujuan untuk melatih Subyek untuk mampu mengendalikan bagian tubuhnya, khusunya bagian tangan.

Telapak tangan subyek menggenggam satu dan yang lainnya, bantu dengan tangan anda.

Mintalah subyek memandang mata anda, dan ucapkan Script berikut.

“Bayangkan dan rasakan bahwa kedua tangan anda saling mengunci satu dan lainnya sangat keras, dan semakin keras …. dan kini tangan anda benar-benar menyatu …. dan tidak seorangpun dapat memisahkannya … termasuk anda …! Semakin kuat anda mencoba melepaskan … maka semakin kuat pula tangan anda menyatu …..!”

Kemudian test apakah Client dengan : “Silakan anda coba lepaskan, dan rasakan tangan anda semakin terkunci”
Normalkan kembali dengan memberika sugesti : “Sekarang Tangan anda sudah normal kembali, dan dapat dibuka dengan mudah”

s Suggestibility Test(3)-Catalepsy of The Eyes

Catalepsy of the eyes merupakan praktek keempat yang bertujuan untuk melatih Subyek untuk mampu mengendalikan bagian tubuhnya, khusunya bagian mata.
Mintalah Client untuk menutup mata, kemudian ucapkan Script berikut ini :

“Tutup mata anda …. Dan kerahkan pikiran anda …. Perintahkan kepada mata anda, agar kelopak mata anda terkunci dengan sangat rapat … sangat kuat ….! Katakan pada mata anda … mata kamu aku perintahkan terkunci dengan sangat kuat … dan tidak ada kekuatan apapun bisa membukamu ….! Semakin kau berusaha membuka … makin kau berusaha … makin kau terkunci lebih kuat lagi …!

Baik sekarang saya akan menghitung mundur mulai 3 sampai 1, dan rasakan bahwa setiap saya menghitung … terasa bahwa mata anda semakin terkunci dengan rapat … ya .. Tiga … semakin rapat …. Dua … semakin kuat … Satu …. Kini mata anda benar-benar terkunci …

Lakukan test dengan memberikan sugesti seperti :

Dan, kini walaupun anda mencoba untuk membukanya …. Maka mata anda akan semakin bertambah terkunci …! Ya coba lebih kuat … dan rasakan bahwa mata anda semakin kuat pula terkunci ….!”
Setelah melakukan test, jangan lupa untuk normalkan kembali, dengan memberi sugesti : “Baik sekarang mata anda sudah normal kembali dan dapat dibuka dengan mudah”

Suggestibility Test(2)-Focus Training

Focus Training merupakan praktek ketiga yang bertujuan untuk melatih tingkat fokus Subyek.
Latihan Fokus 1
Telunjuk Client lurus seperti pada gambar (A). , dan ditempatkan sekitar 20 cm dari mata. Mata Client fokus secara terus menerus ke telunjuk tersebut, dan Client anda minta untuk memerintahkan agar telunjuknya menjadi lurus dan kaku dan tidak dapat dibengkokkan. Lakukan Test , dan normalkan kembali.


Latihan Fokus 2
Telunjuk dan jempol Client terhubung rapat membentuk huruf “O” seperti pada gambar (B), dan ditempatkan sekitar 20 cm dari mata. Mata Client fokus secara terus menerus ke jari-jari tersebut, dan Client anda minta untuk memerintahkan agar telunjuk dan jempolnya menyatu dan sangat solid, sehingga tidak dapat dilepaskan sama sekali. Lakukan test, dan normalkan kembali.

Suggestibility Test(1)-Relaxation Training



Relaxation Training merupakan praktek kedua yang bertujuan untuk melatih Subyek untuk merasakan kondisi Relax, praktek ini menjadi penting karena proses hypnosis indentik dengan “Rileks”, bukan “Tidur”.

Relaxation Training secara teknis memberikan sugesti “Rileks” atau santai pada kondisi fisik, sehingga sebagian atau seluruh bagian tubuh menjadi relax atau malas untuk digerakan.
Persiapan pertama, Hypnotherapist mempersiapkan tempat untuk Client agar bisa rileks, dan menjaga kondisi tersebut agar nyaman, contohnya: Bangku yang memiliki tempat bersender , tujuannya agar client bisa benar-benar rilex dan bersantai tanpa harus menjaga kesimbangannya.
Hypnotherapist membimbing Client untuk memerintahkan dirinya sendiri melakukan relaksasi seluruh otot tubuh, sehingga tubuh, terutama tubuh bagian bawah (pinggang. lutut, kaki) menjadi sangat malas dan lemas, tidak mampu atau sulit digerakkan.

Hypnotherapist dapat membantu dengan memandu Script berikut ini :

Silakan anda perintahkan (dalam hati) agar saat ini juga tubuh anda memasuki relaksasi total, sehingga saat ini juga tubuh anda menjadi sangat rileks, lemas, dan sangat malas untuk bergerak ……..

Minta Client utnuk mengatakan script ini dalam hati : “Tubuh saya sangat rileks … tubuh saya sangat malas …… dan tubuh saya benar-benar sangat lemas … sehingga saya tidak dapat menggerakkannya sama sekali ..” (Hypnotherapist sambil mengayunkan tangan Client, tujuannya utnuk mengkalibrasi apakah Client sudah rileks)

Ya, luar biasa, anda benar-benar dapat membuat tubuh anda rileks, malas, dan lemas ….. Sehingga walaupun anda mencoba menggerakkannya, tetapi tubuh anda benar-benar mempertahankan agar tetap malas dan lemas ……..

Lakukan test dengan meminta Client untuk mencoba berdiri dari tempatnya sambil mengucapakan sugesti : “Rasakan tubuh menjadi semakin rileks, malas dan lemas, semakin anda mencoba semakin rileks, malas, dan lemas.

Lakukan ini terus berulang sampai mendapatkan kondisi rilexs yang dimaksud,kemudian normalkan kembali dengan memberikan sugesti :

“Ya, sekarang tubuh kamu normal kembali, dan semakin sehat dan segar sehingga dengan mudah dapat berdiri kembali”.
Key Note : ” Jangan memaksakan Client jika ia tidak mendapatkan kondisi rileks seperti yang anda maksudkan, justru yakinkan Client bahwa dia sudah sangat baik dalam melatih rileksasi tersebut”

Perlu dipahami ada beberapa faktor yang membuat Client agar mudah rileks:
- Kata “Rileks” memiliki banyak arti, sehingga intepretasi client bisa berbeda-beda , oleh karena itu Hypnotherapist perlu untuk mengajarkan Client “Rileks” yang dimaksud adalah seperti lemas/ malas/ santai, dsb.
-Sebagian besar Client yang bertipe pekerja keras tidak suka disugesti kata malas, karena bertentangan dengan kepribadiannya, sehingga Hypnotherapist harus menggunakan kata lain.
-Jika Client sedang dalam kondisi tidak kondusif seperti : tegang/ panik / terlalu bersemangat, untuk mengatasi hal ini Hypnotherapist perlu memberikan jeda kepada Client untuk kembali pada kondisi yang cukup kondusif.

evaluasi sugestibility


Selain dari keempat sugestibility test diatas, masih banyak test-test yang dapat dilakukan, seperti :

* Arm Raising
* Lemon Taste
* Magnetic fingers
* Dsb..(silakan googling)

Pada prinsipnya rangkain test ini hanya merupaka sebuah “alat” untuk mengetahui tingkat sugestibilitas Subyek, yang perlu dipahami dari rangkai test tersebut bukan SCRIPT melainkan filosofi dari test tersbut, jika kita sudah mengetahui filosofi tersebut bahkan mungkin tercipta teknik-tenik baru untuk melakukan suggestibility test. Dalam rangkain workshop yang diadakan oleh pak Yan Nurindra, dijelaskan bahwa sugestibility test seharusnya dibawakan secara “halus” dan bisa diimplementasi kapan saja, tujuannya agar subyek tidak mengetahui atau tidak sadar sedang ditest.

Dalam prakteknya mungkin saja kita menemukan kesulitan dalam menjalakan test tersebut,seperti :

* Apa yang membuat subyek menjadi sulit untuk disugesti?
* Mengapa ada subyek yang bisa melakukan suggestibility test (1) & (2) saja ?
* Bagaimana kita tahu apakah subyek sudah menerima sugesti dengan baik atau pura-pura saja?
* dll..

Pertanyaan paling umum yang sering diajukan adalah:

“Bagaimana kita melakukan Hypnosis tanpa melakukan Test?”
Jawabannya : Tidak bisa!, karena hanya dengan test tersebut baru bisa mengetahui tingkat sugestibilitas subyek, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kita melakukan test tersebut secara terselubung.

“Bagaimana melakukan test secara terselubung? ”
Jawabannya : “Gunakan bahasa sehari-hari yang umum, bahasa tubuhpun berpengaruh besar ketika anda melakukan test, jadi perhatikan bahasa tubuh anda!”

Hypnosis merupakan PRAKTEK yang mendukung TEORI bukan sebaliknya, oleh karena itu praktek menjadi sangat penting dalam kegiatan hypnosis, cobalah untuk melakukan sugestibility test ke-sebanyak mungkin orang yang anda temukan, dengan begitu kita akan semakin paham untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Salah satu teknik terbaik dalam pembelajaran ini adalah ATM ( Amati, Tiru dan Modifikasi) dari orang-orang yang piawai dalam Hypnosis.

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...